Yang Terbaik

Selasa, 08 Mei 2012


Assalamu'alaikum wr. wb.

Ehem, ehem.
Okeey, padahal baru 3 hari yang lalu ya ngepost postingan yang terakhir.. Namanya orang bosen ya gini deh. Hehehe

Yak. Beberapa hari ini emang ga ada kerjaan. Paling juga cuma belajar buat tes RSBInya smansa. Itu juga cuma di tempat les doang, heheheheh. Gawat juga sih, harus lebih rajin lagi. Saya kan ga mau asal lolos seleksi tapi dengan nilai yang pas-pasan. Harus spektakuler! *prok prok prok*

Okeh. Let's go to our main topic..

Mungkin udah banyak orang di masa lalu yang mengagumi burung. Penasaran gimana itu burung bisa berpindah tempat dari A ke B dengan cara yang unik: terbang. Mungkin bukan cuma burung doang sih. Ada juga macem-macem serangga yang bisa terbang. (tapi kok saya malah ngomongin burung ya? berpikir positif saja lah....hehe).

Lanjut. Rasa penasaran itu akhirnya bisa menginspirasi manusia untuk membuat pesawat terbang. Bagus. Bagus. Terus masalahnya apa? Ga ada masalah apa-apa sih saya sama burung. Saya cuma mengambil contoh dari fenomena burung ini:


Apakah burung bisa terbang dari sononya?

Jelas kagak sih jawabannya... (-__-). Semua orang juga tau burung waktu lahir ya gitu-gitu doang. Tapi kenapa semua burung, I mean, SEMUA burung akhirnya bisa terbang? Ada yang ngajarin? Ada yang ngasih contoh? Ada yang ngasih tau caranya? Ada yang ngancem pake senapan hiu? Hmm.

Iya sih, kayaknya di dunia perburungan pasti induknya bakal ngasih contoh. Lagian, walaupun ga diniatkan untuk memberi contoh, pasti si anak burung tiap hari jelas ngeliat induknya terbang nyari makanan. Anak burung yang belom bisa terbang mungkin ada yang dicengin kali ya sama kakak-kakaknya yang udah bisa terbang. Gatau juga deh ya. Hmm.

Tapi pasti akhirnya, burung kecil itu bisa terbang. Pasti bisa terbang. Saya pribadi sih seenggaknya sampe sekarang ga pernah tau cerita burung yang berasal dari spesies dari burung yang emang bisa terbang, akhirnya kaga bisa terbang. Gatau deh kalo temen-temen tau some story about unflying flying-bird. Wkwkwk.

  • Jadi intinya apa, Mister? Saya ga ngerti kenapa Mister ngomongin burung..
Nah! Ada sesuatu yang mau saya tekankan dalam fenomena di dunia perburungan ini: mereka semua pasti akhirnya bisa terbang. Menarik buat saya, karena ini kalo dipikir-pikir merupakan pencerminan dari diri kita sendiri, manusia.
  • Hah? Maksudnya? LU NYAMA-NYAMAIN GUA AMA BURUNG?
Selo, selo, bang. Maksud saya, semua anak burung yang berasal dari spesies "bisa terbang", pasti bisa terbang. Kenapa? Karena mereka yakin kalo mereka sudah ditakdirkan untuk terbang.

Ya. Bisa aja kan, ada satu burung kecil yang males belajar terbang. Dia menganggap terbang itu adalah sesuatu yang wajar dan biasa. Dan dia yakin dia bisa terbang, tapi malas buat mencoba terbang. Kira-kira bisa terbang ga sih dia? YA ENGGAK LAH!

Yang menarik, kita, manusia juga begitu!
  • Amasya?
Beneran. Saya mau ngutip quote dari postingan saya sebelumnya, What Do We Have, Bro?:
Keep smiling, keep the spirit. We've got a future to be success in
 Ini kata-kata saya sendiri, kebetulan (ceilah). Kenapa? Kedengeran terlalu optimistis? Ga realistis? Sebentar, sebentar..


3:110

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. 'Ali 'Imran [3]: 110)

Anggap sekarang kita mau beli hape. Beli hape Samsung, misalnya. Kebetulan uang kita lagi berlebih nih, jadi sekalian aja beli yang spesifikasinya tinggi. Untuk mencari info tentang hape Samsung berspesifikasi tinggi, datang lah kita ke counter Nokia. Apa yang kita dapet? Diusir. Makanya, harusnya kita tanya ke counter Samsung.

Sekarang, kita--manusia. Siapa lagi yang tau "spesifikasi" kita? Pencipta kita. Siapa yang tau batas kemampuan kita? Pencipta kita. Siapa yang lebih tau siapa diri kita sendiri lebih dari kita? Pencipta kita. Siapa yang udah merancang jalan kehidupan kita? Pencipta kita. Siapa Pencipta kita? Ya Allah. Sama juga dengan Allah yang berfirman melalui sesuatu yang kita sebut sebagai: Al Quran.

Nah, yang seru, Sang Pencipta kita itu--yang tau spesifikasi kita, manusia--bilang bahwa kita umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Kurang jelas?
KITA ADALAH UMAT YANG TERBAIK. So, who's ever gonna deny it when The Creator has made His confirmation? Dia tau siapa kita. Dia tau. Lebih tau dari kita.

Kembali lagi ke burung. Seekor burung kecil tau dia dilahirkan dengan sepasang sayap, pasti dia bisa terbang. Nih dia, kita sekarang tau kita adalah umat yang terbaik, apa yang harus kita lakukan sekarang? Masih betah tidur-tiduran di kamar? Masih betah nongkrongin hape nungguin sms dari si dia? Kita adalah umat yang terbaik, dan kita akan melakukan hal-hal spektakuler di sisa waktu yang telah Allah berikan kepada kita. We'd better not waste our time loafing around while we know that somewhere out there has been reserved for us to be conquered!

Mimpi telah dirajut. Perjalanan telah direncanakan. Diri telah digairahkan. Satu hal yang harus diingat:

95:4

95:5

95:6


"sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. 
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya." (QS. At-Tin [95]: 4-6)

Well, Winners, what else are you waiting for?

Bismillaahirrahmaanirrahiiim...

~ 0 komentar: ~

~ Posting Komentar ~